Graduation

Kemarin adalah hari yudisium atau pembacaan kelulusan dan akhirnya saya resmi menyandang predikat sarjana. Lega akhirnya perjuangan selama 4 tahun ini bisa berbuah manis. Memang perjuangan selama strata 1 ini panjang, dari TPB sampai hari kemarin dan setiap tahunnya punya sensasi yang berbeda. Dan tentu saja sensasi yang paling menegangkan adalah perjuangan di semester 8.

Tugas Akhir. Dari awal pemilihan kelompok keilmuan saya sudah berangan-angan masuk biologi farmasi, entah isolasi metabolit sekunder berkhasiat obat atau kerja di ranah kultur jaringan, tetapi nasib berkata lain dan saya terjurumus di farmakokimia. Farmakokimia merupakan keilmuan analisis farmasi, yang berhubungan dengan sintesis senyawa obat, tinjauan kimia, instrumen analisis,dsb. Memang sih nilai saya di kk ini cukup memuaskan, tapi ya semua itu (sebenarnya) hasil menghafal dan bukan karena mengerti. Bahkan kalo inget-inget nilai TPB dan UAN saya, kimia juga yang berada di posisi terbawah haha. Terus kenapa saya masuk farmasi ya? Ah ya itu misteri Tuhan.

Tapi untunglah ada kakak kelas saya Okky, yang membantu saya memilih dosen pembimbing bersama Ibu Ilma Nugrahani dan bersyukur TA saya ga ribet labworknya. TA saya berjudul: Studi Transformasi Hidrat Sefadroksil Monohidrat dan Sefaleksin Monohidrat dengan FTIR. TA saya berkisar tentang kristal hidrat dan fisikokimia, dua hal yang sama sekali bukan interest saya pada awalnya. Tapi ya ketimbang ngurusin reaksi kimia, sintesis, atau sejenisnya. Tantangannya adalah mempelajari suatu hal yang baru: kimia padatan dan alat-alat ajaib yang ga pernah saya gunakan di lab serta saya dengar sebelumnya. Dari alat yang rusak mendekati seminar, hampir kasus dengan dosen notorious di farmasi, ditambahin kerjaan yang ga jelas hasilnya, semua hal-hal yang sempat merintangi keberjalanan TA ini akhirnya bisa dilewati. Saya pun jadi bersyukur masuk di farmakokimia, karena dosen-dosen di kk ini akur, para pegawainya sangat helpful, akses ke setiap alat dan bahan mudah, punya dapur sendiri yang sangat berguna kalo lembur, punya ruang rapat besar dan kursi-kursi empuk buat jadi tempat tidur kalo lembur sampai pagi, ruang seminar sendiri yang bisa dipinjam untuk latihan seminar, dan saya termasuk cepat beres pekerjaan labnya dibanding teman-teman lain yang bahkan setelah seminar pun masih ngelab.

Seminar. Setelah selesai TA, saya harus mempresentasikan pekerjaan dan hasil TA saya di depan dosen penguji. Cuma 1 sks tapi pusing banget persiapannya. Dari bikin draft seminar yang sampe H-2 baru beres, nguber tanda tangan acc dosbing sampe ke rumahnya H-1, latihan seminar di depan dosen farmakokimia yang ternyata malah ga ditanyain apa-apa, latihan bareng sesama teman, nungguin kepastian jadwal seminar yang ga jelas, beli pointer di BEC, pas hari seminarnya ditanyain hal yang ga berhubungan sama TA sama seorang dosen yang dateng pas sesi tanya jawab aja, sudah nyiapin slide komplementer untuk ngejelasin pertanyaan yang mungkin ditanyakan tapi malah ga kepake, akhirnya semua tantangan bisa dilewati dengan baik dan hasilnya memuaskan.

Sidang. Sidang sarjana di farmasi sangat unik. Seorang mahasiswa dihadapkan dengan kurang lebih 12 orang dosen penguji, 3 orang dosen dari 4 kelompok keahlian yang ada,ditanyakan berbagai hal komprehensif dari yang berhubungan sampai semau si penguji. Hardcore banget kan. Bagaimana caranya njejelin 3 tahun kuliah? Saya juga ga bisa. Strategi saya cuma ngembangin dari TA saya yang kira-kira berhubungan dan ditanyakan, semacam mind map. Lalu liat juga siapa dosen penguji sidang, pertanyaan yang seringkali beliau tanyakan dan keahliannya apa, tapi tau siapa pengujinya juga baru H-3. 45 menit bersama dosen-dosen ga berasa banget. Sidang sudah punya image menyeramkan sekali di benak saya. Tapi di dalem ruangan, akhirnya saya jadi ngelawak dengan muka yang ga kontrol, dan tingkah ketakutan serta konyol yang sukses bikin seruangan ketawa. Ah ya untunglah saya cukup banyak menjawab pertanyaan dosen dan beruntung para dosen penguji saya sebagian besar sudah saya kenal cukup baik serta ga ada yang pelit nilai.

Yudisium. Dagdigdugderdaia banget, nunggu hari berikutnya setelah semua sidang STF selesai untuk diumumkan hasilnya. Saya jujur beneran takut kalo kelakuan pas di ruang sidang itu malah jadi bumerang dan denger cerita yang lain kok saya pertanyaannya cuma dikit mana jawabnya kayak nebak-nebak berhadiah. Apalagi di farmasi ga seperti jurusan lain yang kalo maju sidang pasti lulus. Pasrah banget hari itu apalagi pada pengumuman awal sudah disebutkan ada yang tidak lulus. Lemes banget badan ini. Saat disebutkan nama saya, angkat tangan aja gemetar minta ampun. Sudah dinyatakan lulus pun saya nanya dulu tadi beneran apa engga. Lulus tanpa peringatan pula, berarti saya lolos di semua bidang kk. Puji syukur banget. Kalo inget persiapan sidang saya juga cuma H-6 itu pun sambil beresin jurnal TA dan edit buku TA. Ini semua ga lepas dari campur tangan Tuhan. Tetapi kelegaan ini tidak dibarengi kebahagiaan utuh karena beberapa teman saya tidak lulus, padahal saya tahu bahwa mereka orang-orang yang rajin dan pandai. Ya, ga bisa dipungkiri adanya faktor keberuntungan siapa dosen penguji juga punya andil yang besar dalam kelulusan sidang.

Tips-tips dari saya buat adik kelas:

1. pilih kk yang memang sesuai minat bakat kamu.

2. pilih dosen pembimbing yang karakternya sesuai dengan kamu. Kenali kebiasaan dosen-dosen, intrik-intriknya. Justru jangan ambil dosen yang emang dari awal udah baik. justru biarkan sang dosen baik itu jadi penguji kamu biar nanti hasilnya baik, kan dosen pembimbing (utama maupun serta) ga bisa jadi penguji.

3. komposisi dosen pembimbing serta: saling melengkapi kebutuhan kamu, misal dosen a: utama karena keahlian beliau sesuai dengan minat kamu, perfeksionis, cukup kejam saat jadi penguji tapi baik saat jadi dosbing dan aksesnya mudah; dosen b: dosen yang disegani semua dosen lain, aksesnya sulit tapi terbuka saat ditanya; dosen c: sering nanya aneh-aneh di ujian dan punya akses ke alat yang kamu mau pake tapi sayangnya ga ada di lab kamu. Ini sih situasional saya. Jangan lupa untuk tetap kontak dengan semua dosen pembimbing itu selama keberjalanan TA.

4. start nge lab duluan! TA1: persiapan pustaka, pengetahuan tentang penelitian TA, cari alat bahan, pinjam lemari, dsb. Sudah merancang tahapan penelitian biar TA2 tinggal eksekusi. ngurus bahan itu memakan waktu juga lho, apalagi yang bahannya ga ada di dalam negeri atau urusan birokrasi perusahaan yang lama. jadi perlu disiapkan dari jauh-jauh hari. Start ngelab pas libur semester, di saat lab masih kosong jadi bisa lebih leluasa menggunakan peralatan yang ada.

5. banyak belajar dari teman, jangan takut untuk bertanya

6. banyak berdoa supaya lancar dan dimudahkan segala sesuatunya.

Doa saya untuk teman-teman SF08 lain, semoga sukses juga menghadapi ujian-ujian yang ada di depan mata. Tetap semangat! Lalu untuk adik-adik kelas yang sebentar lagi akan berjuang untuk kelulusannya. Jangan minder atau takut percayalah kalian juga bisa.

Advertisements

2 thoughts on “Graduation

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s