UPP Injeksi Natrium Diklofenak

Hari pertama

Pas hari pertama setelah bangun dari tidur yang ga tenang, saya berdoa dulu biar lebih fokus untuk ujian hari itu. Jangan lupa buat setoran ke kamar mandi sebelum ujian biar lebih nyaman selama ujian. Pasang koyo dulu biar tangan lebih oke sebelum nulis banyak. Sarapan, minum suplemen, dan telpon orang tua dulu sebelum berangkat. JSS, IES, dsb atau Kit ujian baru dibawa ke dalam ruang ujian karena ada rumor kalo disimpan dalam ruang ujian suka ada bagian yang hilang.

Nyampe kampus, ke kamar mandi lagi mengurangi gejolak perut. Kumpul semua gadget ke pengawas, duduk tenang, dan berdoa lagi. Perut mules-mules asik sambil nunggu panggilan ambil undian soal. Pas liat soal, eng ing eng “injeksi na diklofenak”. Kaget sampe kelepasan nyebut nama soal, harusnya cuma nyebut nomernya aja. Tetap semangat meskipun dapet steril, agak semangat soalnya dapet NSAID lagi jadi farmolnya kebayang.

Duduk di kursi, minum dulu sambil ngumpulin fokus dan atur strategi. Tempel soal di halaman pertama dan kasi nama daftar isi + 7 lembar judul bab. Lembar tambahan sisanya dikasi nama kalo mau dipake aja. Langsung buka Suplemen 3 – 1, farmakope Indonesia eh ga ada monografi sediaan, cek di daftar indeks juga dikit. Agak kaget sih waktu liat daftar list bundel zat aktif kok ga ada. Tetep positif thinking. Sambil nunggu antrian, ngisi marker fotokopian ke semua buku yang ada. Kelar ngelist buku dan naruh marker, mulai deh ngerjain bab 1. Karena injeksi jadi langsung ketok palu obat keras. Klo bentuk sediaan lain, bisa cek dulu di mims dia golongan apa dan kroscek dengan kit undang-undang.

Karena data stabilitas dan kelarutannya terbatas, mulai cemas. Gimana caranya bikin larutan injeksi sama cara sterilisasinya kalo dua data itu ga ada. Tapi ngeliat strukturnya dia banyak ikatan rangkap jadi paling mudah teroksidasi; ga ada amida, ester yang bikin gampang terhidrolisis. Ngitung kelarutan dari data di TPC ga masuk sama rentang dosisnya. Usaha meningkatkan kelarutan udah dalam bentuk garam, pH dibuat basa, di formula pustaka dibuat pelarut campur. Di TPC ada data dibuat kompleks dengan hidroksi propil beta siklodekstrin. Data farmol terbatas banget cuma di IONI, Martindale, dan AHFS sedikit. Analisis terbatas di monografi zat aktif, tapi kalo injeksi paling pake HPLC –UV masih bisa. Data-data ini dicatet buat siang ketemu partner.

Pas istirahat langsung buru-buru turun dan briefing partner. Smsin partner soal ujiannya. Ngecek di kumpulan bundel,ternyata ada dong bundel natrium diklofenak di basement jadi langsung deh dikasi ke partner. Terbersit kepanikan di muka para partner, begitu tau injeksi NSAID dan susah larut tapi mereka masih berusaha senyum ngasi semangat ke saya. Kalo bentuk sediaan lain, bisa minta tolong partner untuk beli sediaannya di apotek jadi lebih gampang buat bikin brosur dan kemasan. Mereka pergi ke markas, saya makan siang. Ngumpul dengan sesama peserta ujian, saling menyemangati, dan tukeran info obat. Sebelum balik ke ruang ujian, ga lupa buat ke wc dulu karena edukatorium dingin banget. Buat yang sholat jangan lupa buat sholat dzuhur dulu.

Beres istirahat, saya ngebut ngeberesin tinjauan umum zat aktif di awal-awal bab 1, farmol, farset, dan analisis juga nyalin bab 4 sampe beres. Selesai itu, saya beralih ke bab analisis. Mendekati jam 5, ngecek lagi kerjaan. Jangan lupa buat bawa pulang salinan karbon hasil kerjaan hari ini. Yang punya turunan kit ujian saya, itu ada “things to do day 1” buat jadi guideline kerja hari pertama.

Markas

Saya pulang ke kosan dulu untuk mandi, makan malam dulu, minum suplemen, berdoa, laporan (baca: curhat) sama orang tua dulu, nyiapin outfit untuk hari kedua, dan menenangkan diri. Setelah ritual beres, setelah maghrib berangkat ke markas untuk kembali menghadapi realita. Jangan kaget kalo begitu di kavling, suasanannya udah hectic banget. Buku dan manusia bertebaran dimana-mana. Mereka udah panik, saya jadi ikutan panik.

Efek sampingnya berat banget sampe ke jantung ginjal, banyak laporan MESO, ditarik FDA lah, ga dipake di rumah sakit lagi. Trus jadi galau mau dibuat injeksi iv, im, atau mau dua-duanya. Data kelarutan di sistem pelarut campur juga ga ada cuma tiba-tiba sekian. Ngitung isotonis pake sistem pelarut campur jadi superisotonis. Kalo pake HP-b-CD ternyata perlu peningkat tonisitas. Volume injeksi untuk intramuskular ini juga bikin galau karena beda batas maksimal di beberapa pustaka, karena ini krusial untuk justifikasi volume injeksi untuk sediaan kali ini. Pingpong antara kelarutan dan dosis ini bikin kegalauan akut di tim sampe larut malam. Bahkan kita sempet propose untuk ganti bentuk sediaan jadi tablet.

Akhirnya saya membulatkan tekad untuk pake siklodekstrin untuk injeksi iv-im. Penting banget buat peserta ujian ngambil keputusan tegas. Kesalahan yang saya buat adalah terlalu lama dalam jurang kegalauan di malam itu. Jam 4 pagi akhirnya beres ngecek semua kelengkapan dan isi jurnal lalu dibundel jadi satu. Saya nyempetin buat nggeletak sampe jam 6. Ga sempet buat pulang ke kosan buat tidur, saya tidur di dalam sleeping bag di antara buku-buku dan lingkungan kavling yang masih chaotic. Penting banget buat nyempetin tidur supaya otak sempet istirahat dan bisa fokus untuk ujian.

Hari kedua

Pulang ke kosan buat mandi, sarapan, minum suplemen, berdoa, pasang koyo, dan kembali fokus masang strategi. Berangkat ke kampus jam 7.30 karena masuk jam 8. Begitu dapet lembar ujian, langsung bikin target : bab farmol dan farset yang perlu atensi lebih, beres sebelum istirahat. Kadang lebih gampang buat bentuk tabel daripada kebanyakan tulisan. Bikin bahasanya lebih sederhana dan ringkas. Perhatian khusus untuk farmol:  bagian dosis, indikasi, kontraindikasi, perhatian-peringatan, sedangkan di farset: formula dan alternatifnya, penimbangan, segala perhitungan, dan langkah kerja. Setelah istirahat siang, fokus saya adalah buat bab analisis dan ngelengkapin sisa jurnal (dapus, nempel spektrum, kemasan, brosur). Jam 4 jurnal sudah harus beres, supaya ada waktu untuk recheck dan ngasi halaman.

Persiapan Ujian Apoteker ITB

Sebenarnya persiapan ujian itu adalah bagaimana menenangkan pikiran dan hati, percaya diri untuk ujian yang bakal dihadapi. Banyak banget hal penting yang perlu diperhatikan, baik itu persiapan teknis maupun non teknis.

Non teknis

Tipe soal ujian

Menurut saya sih mulailah mengenali tipe soal yang akan kalian hadapi. Semua soal minimal punya monografi zat aktif, baik itu di farmakope jadul sampai yang terbaru. Biasakan untuk mengidentifikasi titik berat soal, misal untuk injeksi natrium diklofenak ini data-data analisis mudah didapat, tetapi farmakologi dan formulasi sulit. Makanya gak heran kalo masuknya lab steril. Untuk produksi dan pengawasan mutu biasanya adalah jenis obat-obat lama yang agak tricky diformulasi atau dianalisis, sedangkan untuk teman-teman pelayanan farmasi adalah jenis obat baru, regimen dosis yang kompleks, penyakit-penyakit berat.

Mengenal “senjata”

Kalo kalian punya lembar “sumber buku” yang saya buat, disitu ada berbagai buku utama dan pendukung yang bisa kamu buka untuk setiap bab di jurnal penelusuran pustaka. Mulailah untuk membuka setiap buku tersebut, gak perlu dihafal juga kok. Minimal kamu tahu apa isi buku-buku tersebut, apa info yang bisa kamu dapat kalo kamu buka buku itu. Jadi nanti waktu ujian, bakal lebih gampang untuk nyari apapun dan memilah buku apa aja yang kamu buka. Kalo kamu mau lebih rajin, bisa juga buka buku-buku komplemen. Si injeksi natrium diklofenak sebenarnya cuma punya monografi zat aktif aja di USP, BP, FI, JP (dari ebook yang paling baru sampai buku jadul yang ada di pool himpunan), eh ternyata ebook farmakope india 2007 satu-satunya yang memuat monografi sediaan injeksi.

Mengenal “medan tempur”

Ujian penelusuran pustaka adalah ujian dasar kemampuan kita untuk menganalisis dan menyajikan data. Bagaimana data yang kita dapat itu dijadikan dasar dalam pengambilan keputusan. Misal keputusan dalam menentukan dosis, tujuan penggunaan, metode formulasi, dll. Jurnal-jurnal ujian yang sudah lulus, jangan dijadikan patokan. Jurnal tersebut bukanlah tanpa cela, percayalah pada kemampuan dan pengetahuan yang kamu punya. Pelajari cara berpikir dan mulailah mengkritisi jurnal-jurnal kakak angkatan. Kesalahan-kesalahan yang fatal adalah salah perhitungan dosis (apalagi kalo ada konversi dosis per berat badan, super hati-hati!), salah indikasi, salah hitung formula, salah satuan, salah menerjemahkan, dan salah menyalin.

Paham permasalahan setiap bentuk sediaan secara global

Buat teman-teman PPM penting banget buat tahu dasar pembuatan sediaan, yaitu kenyamanan pasien. Kapan suatu obat itu dibuat suatu tablet, lalu zat aktif yang seperti apa yang dibuat granulasi basah/kering/kempa langsung. Itu dapat dilihat dari hidrofobisitas, ukuran partikel, sifat aliran, dan rasio dosis-bobot tablet. Untuk sediaan likuid, sifat kelarutan terhadap dosis dan cara meningkatkan kelarutan untuk menentukan jenis larutan sejati/suspensi/eliksir, sirup emulsi kemungkinannya kecil untuk ujian. Semisolid dasarnya juga pemilihan basis dan tujuan penggunaan, oklusif/hidrasi, meningkatkan waktu kontak, kelarutan, dan kestabilan zat aktif dalam basis. Sediaan steril dasarnya adalah teknik sterilisasi sesuai kestabilan zat aktif.

Bedah struktur

Jangan takut dulu sama bentuk struktur yang aneh meliuk-liuk. Lihat gugus-gugus khas seperti ada atom C: alkana /siklik; ada O: aldehid/ keton/ ester/ eter/ hidroksialkana; ada N: amin primer-sekunder-tersier / nitro / amida; ada S: tiol. Bisa sambil dicek list gugus fungsinya. Inget ya misalnya karboksilat ga bisa dipisah jadi keton dan alkohol karena itu satu kesatuan dan lambang “R” itu maksudnya berhubungan dengan atom C lain, jadi kalo ikatan selain dengan atom C berarti bukan gugus yang dimaksud. Hal ini juga bisa berguna buat cek kestabilan, misal gugus ester mudah terhidrolisis, banyak ikatan rangkap rentan teroksidasi, dan sebagainya. Bisa baca di The Pharmaceutical Codex di bagian awal-awal untuk referensi gugus apa saja yang menyebabkan ketidakstabilan.

Syarat penggunaan alat analisis

Sampel yang dapat diuji menggunakan UV adalah yang memiliki ikatan rangkap terkonjugasi – kromofor. Gugus auksokrom yang dapat menggeser panjang gelombang hanya yang nempel langsung pada kromofor. Perbedaan pelarut bisa menyebabkan pergeseran panjang gelombang. Penggunaan HPLC erat dengan UV, hanya berbeda sistem kromatografinya karena detektor HPLC umumnya juga UV. IR hanya dapat melihat gugus fungsi dari atom C, H, N, dan O. Kromatografi gas biasanya untuk zat yang volatil. Semales-malesinnya titrasi, tapi masih belum terganti lho metode ini untuk beberapa zat. Selain itu , jangan lupa preparasi sampel untuk analisis sediaan.

Teknis

Briefing partner

Tim partner sekali lagi cuma partner, yang membantu dengan sukarela mencari data dan sebagai tempat diskusi serta fungsi recheck kerjaan, tetapi pemegang keputusan dalam penulisan jurnal dan yang bisa meloloskan diri dari kerasnya ujian praktek hanya kamu seorang. Bagi tugas antar partner dengan jelas. Siapa bagian farmakologi, farmasetik, dan analisis. Kalo kalian punya set pegangan untuk setiap partner farmol-farset-analisis yang saya bikin, bisa dicek jobdesk mereka apa aja. Untuk bagian farmakologi juga ada bonus ngebantuin bikin brosur dan kemasan. Bagi tugas: siapa yang bisa ketemu waktu jam makan siang untuk diskusi di kampus dan siapa yang standby di markas – dikasi kunci. Kasi info dimana letak barang-barang untuk orientasi mereka kerja di markas. Kapan mereka bisa fotokopi buku, sambil nunggu bisa scan dulu beberapa buku di kavling. Untuk saya pribadi sih lebih suka untuk punya fotokopian data untuk dijadikan pegangan selama ujian, ketimbang harus buka buku lagi. Sebaiknya juga partner bikin daftar pustaka dari tiap bab yang mereka kerjakan, jadi bisa tinggal salin. Daftar pustaka ga perlu urut abjad kok tapi urut sesuai yang mereka ambil untuk dipakai acuan dari awal pengerjaan.

 Waktu diskusi saat jam makan siang perlu dipersiapkan, minimal kamu punya data berikut untuk diomongin: dosis dan perkiraan indikasi untuk farmol, permasalahan zat aktif dan sediaan untuk farset, dan data ada di buku apa saja yang sudah dicari untuk analisis. Jangan sampai partner ga punya pegangan dan kerja tanpa arahan. Beritahu juga kerjaan kamu sudah sampe mana dan hal apa saja yang perlu mereka perhatikan terkait jurnal. Sebisa mungkin di malam sebelum UPP hari kedua, jurnal sudah dicek dan siap salin.

Printilan ujian

Masangin marker ke perlengkapan ujian yang ga habis-habis: jurnal siap salin, kit, list bundel, list jurnal, daftar index, bebas jackpot, dll. Bebas jackpot ini adalah kumpulan zat aktif di suplemen farmakope Indonesia yang ga ada di daftar bundel dan waktu itu bersama temen-temen sekavling bikinin daftar buku apa aja yang memuat data soal zat aktif yang ga ada bundelnya itu. Semoga temen-temen punya ya turunannya. Print dan fotokopian juga meres kantong. Kertas karbon diklip dengan kertas putih untuk bikin salinan kerjaan UPP hari pertama. Motongin marker fotokopian dibagi dua untuk di kavling dan di dalam ruang ujian. Untuk marker yang di kavling, harus jelas nama dan alamat kavlingnya (misal kavling 6B), kalo yang di ruang ujian harus jelas nomor meja nya. Marker buku jackpot cuma dipake di markas aja.

Pindahan buku

Daripada semua buku ditata di kavling, pisahin yang mau dibawa ke dalam ruangan ujian dan yang bakal dipake di kavling. Yang wajib dibawa itu FI 4 dan suplemennya, Mims, IONI, TPC, sisanya seperti USP-NF, Martindale, AHFS bisa janjian dengan teman satu ruangan ujian. Siapin ebook USP/BP, AHFS paling anyar di dalam flashdisk/tab jadi pas istirahat klo obat kamu termasuk obat baru dan ga ada di buku lama bisa langsung diprint dari file.

Strategi dan alokasi waktu UPP

Jangan panik begitu liat soal, cek dulu di buku andalan: FI dan suplemennya, USP, Martindale, AHFS. Kenali kelebihan dan kekurangan kamu, juga pintar-pintar mengalokasikan waktu. Bab 1 – Undang-undang harus beres ya di hari pertama. Bisa tricky kalo tablet dalam kemasan botol biasa obat keras, tapi klo dikemas strip bisa jadi obat bebas/OBT. Perhatikan undang-undang dan keamanan obatnya. Bab Farmakologi bukan keahlian saya, baru nulis sampai mekanisme kerja/efek farmakologi, tapi dosis indikasi udah ada gambaran untuk didiskusiin sama partner. Bab 3 Formulasi dikosongin, baru tinjauan umum zat aja tapi udah ada gambaran formula dan cara pembuatannya untuk diskusi sama partner. Misal obat beta lactam mudah terhidrolisis air, jadi dibuat tablet granulasi kering. Fotolisis akibat cahaya, perlu penyalutankah? Sediaan steril terdegradasi oleh panas, dibuat dengan cara aseptik. Bab 4 Analisis udah dapet data-data di berbagai pustaka yang ada di kampus.

Sehabis istirahat kerjain bagian yang kamu yakin, misal bab 4 evaluasi sediaan kan tinggal salin jadi ga terlalu mikir (kalo punya IPC dan Evaluasi Sediaan – IES yang saya dan teman-teman kavling buat rangkumannya untuk semua sediaan). Selain itu bisa buat bab 5 analisis yang juga bisa tinggal salin untuk identifikasi dan kemurnian zat aktif yang tinggal nyalin monografi, tetapi perlu diingat untuk sediaan perlu ada cara pemisahan dari matriksnya kalau mengganggu analisis. Kalau sudah yakin dengan bentuk sediaan kamu, bisa juga buat desain kemasannya.

 Hari kedua UPP adalah hari ngebut nulis nasional. Salin dengan teliti, jangan sampai asal nulis aja. Tapi ngerti apa yang ditulis. Jangan sampai salah salin, salah satuan, atau ada bagian yang kosong. Buat pembagian waktu dengan baik. Cek lagi semua halaman, tulisan, setiap lembar dengan baik sebelum dikumpul.

Finally, I’m a Licensed Pharmacist

14 Mei kemarin adalah salah satu hari bersejarah, akhirnya saya berhasil dikukuhkan menjadi seorang apoteker. Syukur kepada Tuhan YME karena atas rahmatNya lah, akhirnya saya bisa lolos juga dari ujian apoteker ITB ini yang katanya paling susah di Asia Tenggara. Meskipun pake judul “ga cukup sekali”, tapi banyak pelajaran yang diambil dari pengalaman tersebut. Terima kasih buat orang-orang di bawah ini karena berkat mereka akhirnya saya resmi menyandang gelar apoteker.

  1. Orang tua dan adik saya yang senantiasa mendoakan dan mendukung selama proses pembelajaran ini
  2. Hubbi Nashrullah Muhammad – STF 08, Yuda Prasetya Nugraha – STF 08, Defri Rizaldy – STF08, dan Sumayyah Abdurrahman – FKK 08 yang sering direcokin setiap kali galau jurnal dan ujian, dan terima kasih atas sumbangsih saran, diskusi, dan dukungan moral yang kalian berikan
  3. Para partner tersayang: Elfita – STF 10, Bella – FKK 10, Ochan – STF 10, Lukman – STF 10, Zergie – STF 09, Chessa – STF09, dan Chandra – STF 09 yang bener-bener ngusahain jurnal siap salin sampai subuh di markas. Terharu banget sama bantuan kalian, saat nulis jurnal ujian sampai terbayang wajah-wajah lesu kalian yang ikut bingung semalaman hingga pencerahan datang menjelang subuh.
  4. Personil kavling “Juara”: Dea, Alin, Sarah, Emak, Ayun, dan Alifa, sebagai sesama pejuang ujian dari belajar, nggosip, menggalau, karaoke, juga makan bareng. Bakal kangen sama obrolan-obrolan dari yang ga penting sampai krusial, momen cacat sampai mengharukan.
  5. Geng Lab Steril: Dea (lagi), Novian, dan Fiki, sebagai partner diskusi, bagi tugas, preparasi dan beli alat bahan, sambil pusing bersama di lab.
  6. Fatyah Adzikra – FKK 08, seperjuangan ujian dan teman kosan, tempat nebeng, curcol, dan makan bareng
  7. Teman-teman 2008 yang mendukung, bahkan jadi asisten diskusi – print dan gunting kemasan selama ujian praktek terutama Sarlita, Asonima, Fitri, dan Yunisa
  8. Dosen farmasi ITB yang senantiasa menguji ketangguhan hati dan pikiran ini haha
  9. Semua teman-teman peserta ujian apoteker, bersama-sama akhirnya semua permasalahan ujian ini bisa diatasi

Tentunya ga lengkap kalo ga cerita perjalanan berliku-liku selama ujian kemaren, biar puas bakal dibeberin di postingan selanjutnya.

ALBUM#DSC_8187

Her Soundtrack

Soundtrack adalah salah satu cara untuk memanjakan audiotori penonton. Ga cuma sebagai pelengkap, tapi soundtrack yang oke bisa membawa emosi penonton terhadap suatu scene dalam film. Ada juga yang bisa membawa warna tersendiri dalam suatu film. Sebenarnya sih udah lama suka sama soundtrack berikut tapi baru sempet nulis sekarang.

Beberapa (quite recent) playlist soundtrack yang oke versi saya itu dari film “500 days of summer”, “catching fire” yang sing-able; juga ada yang original score seperti di film “up”, “inception”, dan “august rush”. Biasanya soundtrack itu bisa ngebawa kita on fire, emotional, atau feel good moment, tapi kali ini ada yang beda dari pilihan soundtrack dari satu film berikut.

Di film Her, Spike Jonze menggandeng Arcade Fire dan Karen O dari Yeah Yeah Yeahs untuk membuat beberapa lagu untuk film ini. Lagu-lagunya ada yang bisa dinyanyiin, tapi untuk kali ini saya sarankan untuk tiduran dan nikmati aja ambiance yang disuguhkan. Pilihan lagunya sukses membawa kita ke suasana dystopia yang digambarkan dalam film ini. There’s a certain mood that you simply cannot describe. It would guide you through a journey of calm and melancholy. Seperti minum kopi hitam tanpa gula berbau harum yang biasanya ga mau kamu minum, tapi entah kenapa kamu minum itu di pagi ini. Hahaha iya se-melankolis itu! Beberapa lagu yang sangat oke didengarkan di antara hujan rintik itu: Supersymmetry, Song on the Beach, dan tentunya peraih nominasi Oscar : The Moon Song.

Even heroes have the right to bleed

Itu adalah sepotong lirik dari lagu Superman – Five for Fighting. Lagu itu bercerita bahwa setiap manusia punya kelemahan atau sisi kelam yang tidak banyak diketahui orang lain.

Belakangan ini saya mengetahui beberapa cerita dari teman-teman sekitar. Ada yang punya saudara yang memiliki keterbatasan mental, orangtuanya cerai, orangtuanya sakit keras, keluarganya bermasalah, dan sebagainya. Yes those stories are real, not some cheesy made up drama stories you see on TV. The emotions are real and hurt even more.

Beberapa cerita tersebut membuat saya jadi banyak berpikir kembali. Betapa beberapa teman saya tersebut tegar menghadapinya dan menutupinya dari luar. Atau saya jadi tahu alasan mereka bertingkah demikian, karena tidak mempunyai support system untuknya berpegang. Saya jadi dapat lebih memaklumi dan berusaha menghentikan pikiran jelek tentang seseorang.

Kita jadi dapat lebih banyak bersyukur, minimal atas nafas – baju – makanan yang sedang kita nikmati. Yes everybody have their own problems, but learning to see through all that is the real challenge. Being less judgemental, less whining, give you more peace and happiness in return.

Quote

Kiss Yesterday Goodbye

Letting go of people or traditions is hard because you invest so much in them that letting go can be scary, but it can also be liberating or even essential to your happiness. If you don’t let go, you can find yourself in a dark place unable to kick your worst habits. And if sometimes you truly love someone, you have to be o.k. with letting go.
Geoffrey Chaucer wrote ‘time heals all wounds,’ but what he failed to mention was the scar those wounds leave behind. Painful things that happen to us permanently leave their mark. They don’t necessarily hurt anymore, but they’re always there are as a reminder, as a memory. And as time passes maybe the memory gets a little fuzzy, but we always have the scar to remind us it happened, that we lived through it,that we survived. And maybe I had some scars of me, but I felt I was now ready to leave my mark on the world.

Jangan Sembarangan Pakai Lensa Kontak

Counter penjual lensa kontak bertebaran di pusat-pusat perbelanjaan, menawarkan penampilan menarik tanpa kacamata atau hanya untuk mempercantik warna mata. Tapi sayangnya, pengetahuan cara pemakaian dan penanganan lensa kontak yang benar tidak diketahui para pengguna kontak lens. Hal ini menyebabkan mereka sering kali mengeluh matanya perih, merah, kering dan lain-lain. Padahal pemilihan dan penggunaan yang tidak tepat dapat menyakiti mata, menyebabkan infeksi, bahkan kehilangan penglihatan. Bahaya yang seringkali tidak disadari para pengguna.

Pemilihan lensa kontak yang tepat

Ada berbagai macam produk yang dijual di pasaran tapi tidak semuanya itu memiliki kualitas yang baik. Lensa kontak yang baik harus dapat ditembus oleh oksigen untuk membantu mata untuk ‘bernafas’ dan mudah dibersihkan. Saya belum tau apakah BPOM RI sudah mengelompokkannya menjadi alat kesehatan yang harus terdaftar atau belum, tetapi sebaiknya kita melihat nomor registrasi alat kesehatan US-FDA untuk memastikan mutu produknya. Lebih baik bayar sedikit mahal untuk lensa kontak yang bermutu daripada untuk bayar operasi kornea. Karena saat ini banyak lensa kontak dengan harga murah untuk tujuan dekoratif, merubah warna mata atau memperbesar iris, yang tidak terdaftar. Dalam membeli lensa kontak sebaiknya dengan konsultasi dengan optisien. Mereka akan memeriksa mata serta dapat memilihkan lensa kontak yang sesuai dengan kebutuhan kamu, serta menjelaskan cara penggunaan yang tepat. Untuk mata minus, biasanya dipilih lensa kontak yang lebih rendah nilainya dibanding nilai minus kacamata atau nilai pemeriksaan mata. Jenis lensa kontak tergantung dari penggunaannya. Ada yang lensa kontak minus/plus/bifokal seperti kacamata, dekoratif seperti yang saja jelaskan di atas, disposable/sekali pakai, atau ada yang memang diresepkan untuk tujuan terapi mata. Penting  bagi pengguna untuk memelihara kuku pendek untuk mencegah lensa kontak tergores kuku.

Cara pemakaian

  • pasang lensa kontak dari mata kanan untuk mencegah tertukar (bagi yang menggunakan berbeda jenis lensa untuk mata kanan-kiri)
  • letakkan lensa pada ujung jari telunjuk dan pastikan berada dalam orientasi cekung yang benar
  • tangan yang lain menahan kelopak mata atas agar tidak mengedip
  • tarik kelopak mata bawah dengan jari lain pada tangan yang akan memasang lensa kontak
  • lihat ke atas dan letakkan lensa kontak pada bagian bawah mata
  • lepas kelopak mata dan tutup mata sejenak
  • kedip hingga lensa kontak berada di posisi tepat.
  • jika tidak nyaman dipakai, lepas lensa kontak dan cek apakah ada kerusakan atau pengotor. Bilas dengan cairan pembersih untuk dipakai lagi. Jika rusak, segera buang.
  • untuk melepas disesuaikan dengan urutan memakai
  • lihat ke atas dan tarik kelopak mata bawah.
  • sentuh bagian bawah lensa dengan telunjuk dan tarik ke daerah putih mata
  • lensa dicubit perlahan untuk dilepas.

Wadah penyimpanan harus selalu bersih

Pastikan wadah penyimpanan sudah dicuci hingga bersih dengan cairan pembersih lensa kontak, kering, tidak ada partikel (debu, serat, dll). Wadah penyimpanan yang lembab dan tidak bersih dapat menjadi sarang pertumbuhan kuman yang dapat mengiritasi mata. Wadah penyimpanan harus tertutup rapat, tidak ada retak, atau bocor.

Jaga kebersihan mata saat memegang lensa kontak

Cuci tangan sebelum memasang dan melepas. Tangan yang kotor merupakan sumber kuman, sehingga perlu dicuci dengan bersih sela-sela jari, kuku, telapak, punggung, hingga pergelangan tangan. Gunakan sabun antiseptik dan dikeringkan dengan lap. Pastikan tidak ada partikel serat, debu, yang menempel pada tangan.

Disiplin menggunakan sesuai waktu yang dianjurkan

Gunakan sesuai jangka waktu yang dianjurkan. Sudah disebutkan mengenai lensa kontak sekali pakai dan lensa kontak yang dapat digunakan selama 1 minggu/bulan/tahun. Gunakanlah sesuai waktu yang dianjurkan tersebut. Lensa kontak yang kadaluarsa, tidak lagi berfungsi dengan baik. Oksigen akan sulit masuk dan cairan sulit membasahi mata sehingga mata jadi kering, perih, dan mengganjal saat dipakai.

Maksimal penggunaan lensa kontak dalam sehari adalah 8 jam. Pemakaian terlalu lama menyebabkan kornea kekurangan oksigen, kering, sehingga lensa kontak dapat menggores kornea yang kering tersebut. Penggunaan tetes mata untuk membasahi hanya dapat membasahi lensa kontak.

Pakai cairan pembersih dan tetes mata yang khusus untuk lensa kontak

Cairan pembersih ini sudah diformulasikan khusus sebagai desinfektan kontak lens untuk membilas dan merendam, bukan untuk membasahi lensa kontak di mata. Saat membilas lensa kontak dengan cairan ini, jangan lupa untuk menggosok perlahan lensa kontak untuk menghilangkan protein yang menempel dari air mata. Tetes mata khusus lensa kontak diformulasikan untuk membasahi lensa kontak dan kornea agar mata tidak kering. Kalau terlalu mahal beli yang khusus lensa kontak, saya suka beli yang untuk mata kering karena saya lihat formulanya sama. Bukan yang untuk iritasi mata karena mengandung bahan aktif obat.

Gunakan cairan pembersih dan tetes mata sesuai waktu kadaluarsa dan durasi penggunaannya.

Sediaan mata dibuat agar tetap steril dengan menggunakan pengawet sehingga memiliki durasi penggunaan dan waktu kadaluarsa. Waktu kadaluarsa yang tertera pada kemasan menunjukkan tanggal kapan sediaan sudah tidak memenuhi jaminan standar kualitas lagi dalam kondisi tersegel utuh dari pabrik. Durasi penggunaan dihitung sejak tutup dibuka, sehingga rawan terinfeksi kuman. Untuk cairan pembersih volume besar (>360 mL) memiliki durasi penggunaan selama 3 bulan, sedangkan tetes mata hanya 1 bulan. Sehingga penting juga untuk menjaga kebersihan botol cairan pembersih dan tetes mata dengan tidak lupa langsung menutup kembali dengan rapat setelah digunakan dan ujung botol tidak boleh mengenai apa-apa.

Gunakan sediaan mata dengan benar

Untuk kamu yang suka bepergian, lebih baik membeli botol cairan pembersih volume kecil. Jangan memindahkan cairan dari volume besar ke dalam botol kecil karena mutunya tidak lagi terjamin sama seperti dalam botol besar. 

Cairan pembersih ini tidak bisa digantikan dengan air biasa atau bahkan dengan ludah. Cairan lain tidak dapat membersihkan dan membunuh kuman yang menempel, justru malah menambah kuman karena tidak steril.

Perhatian saat menggunakan lensa kontak

Jangan tidur saat masih menggunakan lensa kontak, karena mengganggu pergerakan bola mata saat tidur hingga meningkatkan pertumbuhan kuman yang berada dalam suhu nyaman sesuai dengan suhu tubuh.

Pilih lensa kontak yang sesuai dengan kebutuhan dan kebiasaan. Kalo kamu termasuk malas membersihkan, ya beli yang sekali pakai saja.Sebaiknya tidak menggunakan lensa kontak jika kamu: sering mengalami infeksi mata, alergi berat, mata kering yang sulit diobati, bekerja di ruangan berdebu/beruap bahan kimia, atau tidak dapat menangani dan menjaga lensa kontak.

Memang lebih nyaman menggunakan lensa kontak dibanding kacamata, tetapi penanganannya tidaklah mudah. Salah-salah justru dapat membahayakan penglihatan.